Public Relation Ala Wimar

           

Buku yang satu ini memberikan pemahaman kepada kita tentang apa itu Public Relation (PR). Tak hanya itu, di dalam buku ini dijelaskan bagaimana menjadi PR yang baik. Ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai pengalaman konkret dari InterMatrix (IMX), Wimar Witoelar (WW) membuat kita dapat mengerti apa itu PR tanpa harus bersentuhan dengan teori-teori dan buku tebal seperti dibangku kuliah.


Dalam postingan saya kali ini, Saya tidak akan menuliskan resensi buku ini. Namun akan menuliskan poin-poin penting dari buku ini.  Langsung saja ya!

PR dibagi menjadi dua, yaitu PR konservatif (konvensional) dan PR inovatif. PR konvensional lebih mirip dengan lip service, bersifat demage control, promotor atau pekerja marketing. Sedangkan PR inovatif adalah PR yang berfungsi aktif, bukan reaktif. Menyampaikan pesan dan memilih klien secara selektif. Dalam memilih klien PR yang inovatif didasari oleh intuisi membela kebenaran bukan berdasarkan siapa yang berani membayar mahal.

PR tak selamanya hanya sekedar bermanis mulut belaka, melainkan juga piawai menciptakan image branding yang mampu membentuk opini publik. Modal utama intuk menjadi PR inovatif adalah mampu membedakan antara good guy dan bad guy.

Seorang PR dituntut untuk memahami apa keinginan kliennya dan sanggup menjadi delegasi yang kompeten. Jadi PR bukan hanya sekedar bermanis-manis belaka menutupi keadaan yang sebenarnya.

Agar PR mampu menjadi penyampai pesan yang efektif yang harus dilakukan adalah :

1.    Temukan pesan itu!
Pahami permasalahan. Sebuah masalah pasti memiliki penjelasam panjang lebar, disinilah tugas PR untuk mencari garis besar, lalu diringkas dalam bentuk pesan. Singkat, padat, dan jelas merupakan kriteria sebuah pesan yang efektif.

2.    Kenali audiensmu!
Setiap pesan memiliki gaya bahasa, focus, topic, serta cara penyampaian bervariasi tergantung dengan siapa kita berhadapan. Untuk itu kenali audiensmu dengan baik, agar kita dapat menemukan pesan macam apa yang akan kita sampaikan ke meraka.

3.    Pilihlah kata-katamu!
Setelah mengenali audiens, pilih kata-kata yang sesuai. Hindari kata-kata yang berupa istilah teknis, mengandung ejaan sulit, karena public lebih suka dengan kata-kata yang cukup familiar ditelinga mereka.

Sekian dulu postingan kali ini, masi banyak ilmu dari buku ini yang akan saya bagikan lain waktu. Bagi yang sudah penasaran, lebih baik segera cari saja bukunya di toko buku terdekat.
Sampaikan salam saya pada orang-orang terdekat anda, sampaikan pula ilmu yang anda dapatkan. Karena diantara tiga amal yang tidak akan terputus, salah satunya adalah ilmu yag bermanfaat… :)
Public Relation Ala Wimar Public Relation Ala Wimar Reviewed by Teman Cerita on 18.51 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.